7 Manfaat Pupuk KCL Bagi Tanaman
Pupuk KCL
atau yang sering disebut sebagai MOP (Muriate Of Potash) merupakan salah satu
jenis pupuk tunggal yang memiliki konsentrasi tinggi, yaitu mengandung 60% K2O
sebagai Kalium klorida. Ini merupakan pupuk yang mengandung unsur kalium yang
sangat cocok digunakan untuk segala jenis tanaman yang memiliki sifat toleran
terhadap klorida atau tanah dengan klor ida rendah. Selain itu, Pupuk KCL dapat
diaplikasikan untuk semua jenis tanah.
Pupuk KCL
atau MOP mengandung kadar kalium (K2O) sebesar 60% serta klorida sebesar 46%.
Pupuk ini memiliki warna merah maupun putih, dengan tekstur yang menyerupai
kristal. Pupuk KCL memiliki sifat mudah larut dalam air. Pupuk KCL (MOP)
memiliki konsentrasi nutrisi yang sangat tinggi. Oleh karena itu ia memiliki
harga yang relatif kompetitif dengan jenis-jenis pupuk lain yang mengandung
kalium.
Unsur hara
yang terdapat dalam pupuk KCL merupakan senyawa kalium yang dapat dengan mudah
diserap tanaman. Namun sebelum dapat terserap dengan baik, pupuk KCl akan
terlebih dahulu terurai menjadi senyawa K2O dan ion Cl++ dalam tanah. K2O
memiliki berbagai macam manfaat untuk pertumbuhan dan menguatkan daya tahan
tanaman terhadap berbagai serangan penyakit, sedangkan jika ion Cl++
diaplikasikan secara berlebih pada tanaman, justru dapat merugikan tanaman.
Penerapan
Pupuk KCL
Pupuk yang
mengandung kalium harus diterapkan di mana cadangan kalium tanah tidak memadai.
Kalium dapat diterapkan sebagai pupuk langsung, atau sebagai bagian dari pupuk
yang dicampur dengan senyawa nitrogen dan fosfor. Pupuk KCL sering
dikombinasikan dengan nitrogen maupun fosfor dalam penggunaannya sebagai pupuk
multi-komponen. Kegunaan lainnya adalah dalam produksi kalium hidroksida yang
digunakan dalam pengolahan air serta produksi biodiesel.
Dengan
pertumbuhan populasi global, kalium sangat penting untuk menjamin kualitas dan
hasil tanaman. Konsumen terbesar dari kalium adalah Cina, India, Amerika
Serikat dan Brasil. Dengan kandungan K2O, pupuk KCL memiliki manfaat yang
hampir sama dengan manfaat yang dimiliki pupuk ZK saat diaplikan pada tanaman.
Berikut ini
beberapa Manfaat Pupuk KCL Bagi Tanaman :
1.
Meningkatkan hasil panen
Beberapa
hasil penelitian telah menunjukkan bahwa kandungan klorida dalam pupuk KCL
dapat membantu meningkatkan hasil panen, yaitu dengan meningkatkan resistensi
penyakit pada tanaman. Kandungan kalium dalam pupuk KCL sangat penting
dalam beberapa aspek, misalnya dalam perkebunan kelapa sawit. Tingkat
pertumbuhan kelapa sawit yang cukup tinggi, membuat kebutuhan haranya juga
sangat besar. Kandungan kalium dalam pupuk KCL terlibat dalam banyak fungsi
biokimia dan secara positif mempengaruhi manfaat tanah dan hasil pada berbagai jenis tanah, yaitu ukuran
tandan dan jumlah tandan. Bantuan senyawa nitrogen, kalium dapat menyebabkan
efek yang lebih sinergis untuk meningkatkan pertumbuhan, hasil per tandan dan
rasio minyak per tandan.
2.
Meningkatkan kualitas hasil panen
Salah satu
fungsi unsur hara dalam kalium yang terkandung dalam pupuk KCL adalah untuk
menghasilkan kualitas buah yang baik, seperti menjadikan buah lebih besar,
lebih berat, dan lebih manis. Hal ini disebabkan kalium dapat membantu proses
transfortasi glukosa di dalam tanah. Hal ini tentu saja mengoptimalkan manfaat buah-buahan atau sayuran yang ditanam.
3.
Memperkuat batang tanaman
Tanaman yang
baik adalah tanaman yang memiliki batang yang kokoh dan kuat. Hal ini dapat
menjadikannya bisa bertahan hidup lebih lama, dan tidak gampang ambruk atau
rapuh sebelum dapat menghasilkan buah. Kandungan K2O dalam pupuk KCL dapat
memberikan solusi untuk hal tersebut, yaitu menjadikan batang tanaman lebih
kuat dan terlihat kokoh.
4. Tanaman
lebih tahan stress
Unsur hara
dari kalium (K2O) dari pupuk KCL mampu mengatur kinerja stomata daun, yaitu
untuk membantu proses fotosintesis (proses pembuatan makanan pada
tumbuh-tumbuhan dengan manfaat sinar matahari, karbondioksida, dan air), proses
transpirasi (proses penguapan air dari permukaan tanah), serta untuk melakukan
pencegahan atas hilangnya air dari tanaman. Hal tersebut akan menjadikan
tanaman lebih tahan terhadap resiko terjadinya stress dan kekeringan yang
akhirnya menyebabkan tanaman mati sebelum dapat menghasilkan buah.
5. Lebih
tahan terhadap serangan penyakit
Kandungan
kalium yang terdapat dalam manfaat pupuk KCL mampu mencukupi kebutuhan tanaman
untuk melindunginya terhadap gangguan hama dan penyakit-penyakit lain yang
dapat menyerang tanaman. Sehingga nantinya tanaman dapat berpotensi
menghasilkan panen yang lebih baik.
6.
Transfortasi asimilat dan kerja enzim
Kandungan
kalium pada pupuk KCL dapat membantu proses translokasi hasil fotosintesis
tanaman (asimilat) dan memaksimalkan sistem kerja enzim ke seluruh bagian
tanaman. Manfaat fotosintesis yang lebih optimal akan menjadikan tanaman dapat
tumbuh sebagaimana mestinya.
7.
Meningkatkan ketahanan terhadap kerusakan saat pengangkutan dan penyimpanan
Pengaplikasian
pupuk KCL akan sangat tepat pada saat tanaman sudah mulai memasuki masa
berbunga. Hal ini akan dapat membantu meningkatkan aktivitas pembentukan hasil
biji maupun buah pada tanaman. Sehingga dapat menghasilkan biji atau buah yang
sempurna, serta dapat mengurangi resiko kerusakan saat hasil panen tersebut
diangkut maupun pada masa penyimpanan.
Pupuk KCL
sering mengalami kelangkaan namun dengan kemajuan ilmu pengetahuan sekarang
ini, telah ditemukan berbagai macam cara untuk mengatasi kelangkaan jenis pupuk
ini. Salah satunya adalah dengan pembuatan pupuk KCL berbahan dasar organik,
yaitu dengan menggunakan sabut kelapa. Selain lebih murah, ketersediaan pupuk
KCL organik juga lebih terjamin. Hal ini juga bisa menjadi salah satu metode
alternatif penanganan limbah sabut kelapa yang tak mampu ditangani karena
jumlahnya cukup banyak sekarang ini. Selain itu, bahan dan alat yang digunakan
dalam pembuatan pupuk KCL organik ini cukup mudah didapatkan di lingkungan
sekitar kita.
Adapun
tahapan pembuatan pupuk KCL organik ini adalah :
1.
Penyiapan bahan
Untuk bahan
pembuatan pupuk KCL organik ini kita cukup menyiapkan sabut kelapa +/- 25 kg
dan air jernih sebanyak +/- 40 liter, serta sebuah drum bekas.
2. Proses
pengolahan
Berikut ini
langkah-langkah pembuatannya :
- Bersihkan sabut kelapa terlebih dahulu dari tanah kemudian letakkan pada drum bekas.
- Tuangkar air bersih ke dalam drum hingga mencapai separuhnya.
- Tutup drm tersebut untuk mempercepat proses fermentasi serta untuk menghindari masuknya air hujan ke dalam drum.
- Diamkan drum selama +/- 15 hari.
- Setelah 15 hari dan air rendaman telah berubah menjadi warna hitam kekuningan, berarti hal tersebut siap untuk diaplikasikan.
Manfaat
pupuk KCL organik ini sangat cocok diaplikasikan ke tanaman padi yang mulai
berbuah. Cara penggunaannya adalah dengan cara disempotkan ke bagian daun yang
menghadap bawah. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan penyerapan unsur
kalium. Menurut berbagai penelitian yang dilakukan oleh para ahli dibidang
pertanian, pupuk KCl organik cair ini dapat membantu untuk meningkatkan
produktivitas hasil tanaman padi hingga mencapai 5 – 15% dengan kandungan K2O
sebanyak 3-5%.
Comments
Post a Comment